
Kampung Wisata Keramik Dinoyo: Sentra Kerajinan Bersejarah Sejak Kerajaan Kanjuruhan
Senin, 31 Agustus 2026
Oleh: Admin
Berlibur ke Malang rasanya kurang lengkap tanpa membawa pulang cinderamata keramik dari Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Berlokasi di Jalan MT Haryono, Kecamatan Lowokwaru, kampung tematik ini menjadi sentra perajin keramik dengan jejak sejarah panjang yang berakar dari peradaban Kerajaan Kanjuruhan.
Sejarah Kampung Keramik Dinoyo
Menurut catatan sejarah, keterampilan membuat keramik di Dinoyo berakar dari kebudayaan masyarakat Kanjuruhan yang telah mengenal teknik membakar tanah liat sejak abad ke-7 Masehi. Awalnya warga hanya memproduksi gerabah sederhana dari tanah liat untuk kebutuhan alat makan dan minum. Pembuatan gerabah ini semula berpusat di kawasan Penanggungan, sebelum akhirnya dipindahkan ke Dinoyo pada 1955 atas usulan peneliti keramik dari Bandung, karena ditemukan bahan baku tanah putih berkualitas di kawasan Jawa Timur.
Industri keramik Dinoyo mulai menguat pada era 1950-an, dengan produksi guci, kendi, vas bunga, hingga patung hias sebagai produk unggulan. Memasuki era 1980–1990-an, Kampung Keramik Dinoyo mencapai masa kejayaannya, dengan produk yang bahkan berhasil menembus pasar ekspor.
Produk dan Daya Tarik Utama
Beragam produk keramik seperti vas bunga, pot topeng, mangkok, tempat makan hewan peliharaan, hingga souvenir pernikahan atau perusahaan
Perpaduan teknik keramik lokal dengan pengaruh keramik Cina, melahirkan jenis keramik semi porselen yang khas
Pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan keramik oleh para perajin di galeri masing-masing
Saat ini terdapat sekitar 24 pengrajin aktif, ada yang membuat keramik, kerajinan gips, hingga yang fokus mengelola galeri
Produksi bisa mencapai hingga 2.000 unit kerajinan per bulan dengan motif dan bentuk yang terus berkembang
Lokasi dan Kisaran Harga
Alamat: Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur (Jalan MT Haryono)
Taman kecil bertuliskan "Kampung Wisata Keramik Dinoyo" menyambut pengunjung di jalur masuk area kampung
Harga produk keramik sangat variatif, mulai dari Rp8.000–Rp15.000 untuk souvenir kecil, hingga jutaan rupiah untuk keramik berukuran besar dan desain khusus
Produk keramik Dinoyo saat ini sudah dipasarkan hingga ke Malang Raya, Surabaya, dan Bali
Tips Berkunjung
Datanglah pada hari kerja jika ingin melihat proses produksi keramik secara langsung, karena aktivitas perajin biasanya lebih intensif di luar akhir pekan. Jangan ragu untuk bertanya langsung kepada pengrajin soal proses pembuatan, karena banyak dari mereka senang berbagi cerita tentang sejarah kerajinan ini.
Karena lokasinya berada di kawasan Lowokwaru yang cukup dekat dengan pusat kota, kamu bisa menggabungkan kunjungan ke Kampung Keramik Dinoyo dengan destinasi wisata belanja lain di Malang. Manfaatkan sewa mobil harian Kirana Tour & Travel agar perjalanan berburu oleh-oleh dan kerajinan tangan kamu lebih praktis dan nyaman.
Kesimpulan
Kampung Wisata Keramik Dinoyo membuktikan bahwa warisan kerajinan turun-temurun bisa terus bertahan dan berkembang mengikuti zaman, bahkan hingga menembus pasar ekspor. Cocok jadi destinasi wisata belanja dan edukasi budaya saat berkunjung ke Malang. Untuk itinerary wisata heritage dan belanja Malang yang lebih lengkap, cek juga paket wisata Kirana Tour & Travel.








