
Pasar Oro-Oro Dowo Malang: Wisata Kuliner Legendaris di Pasar Kolonial yang Bersih dan Rapi
Jumat, 7 Agustus 2026
Oleh: Admin
Ingin berburu jajanan legendaris khas Malang dengan harga bersahabat? Pasar Oro-Oro Dowo bisa jadi jawabannya. Berbeda dari kesan pasar tradisional pada umumnya yang identik dengan becek dan semrawut, pasar satu ini justru dikenal bersih, rapi, dan tetap mempertahankan bangunan tua bergaya kolonial yang menambah nilai historisnya.
Sejarah Singkat Pasar Oro-Oro Dowo
Pasar Oro-Oro Dowo dibangun pada zaman kolonial Belanda tahun 1932 dan menjadi pasar pertama di Kota Malang yang direvitalisasi, tepatnya pada awal September 2015. Nama "oro-oro" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti "berharga" atau "emas", sementara "dowo" berarti "panjang", sehingga bisa dimaknai sebagai "jalan panjang yang berharga". Hingga kini, bangunan tua yang menghadap ke Jalan Guntur tetap dipertahankan sebagai peninggalan kolonial Belanda.
Kenapa Pasar Oro-Oro Dowo Layak Dikunjungi?
Dikenal sebagai pasar terbersih di Kota Malang — suasananya rapi meski tetap mempertahankan bangunan tua khasnya.
Lokasi strategis — hanya berjarak sekitar 2 km atau 7 menit berkendara dari Alun-Alun Kota Malang.
Dua sisi wisata kuliner — buka pagi untuk jajanan tradisional, dan buka kembali sore hingga malam hari mulai pukul 17.00-23.00 (kecuali Selasa) sebagai spot kuliner malam favorit warga Malang.
Ratusan pedagang — menampung 251 pedagang yang tersebar di 71 kios dan 180 los dalam bangunan dua lantai.
Kuliner yang Wajib Dicoba
Gudeg Dewi Ayu — menyajikan gudeg otentik lengkap dengan dawet dan nasi pecel.
Kue Lumpur Wolak Walik — kue tradisional dengan berbagai varian rasa yang viral di media sosial.
Nasi Pedas Sabang — nasi dengan sambal ebi dan daun jeruk khas, tersedia juga versi tidak pedas.
Sate Mari Kerjo — salah satu jajanan malam favorit pengunjung.
Tips Berkunjung ke Pasar Oro-Oro Dowo
Datang pagi hari jika ingin berburu jajanan tradisional dan kue-kue khas.
Kunjungi sore hingga malam hari jika ingin menikmati suasana kuliner malam yang lebih ramai.
Perhatikan hari buka, karena pasar ini tutup setiap hari Selasa.
Datang dengan perut kosong agar bisa mencicipi lebih banyak kuliner tanpa cepat kenyang.
Kesimpulan & Layanan Kami
Pasar Oro-Oro Dowo membuktikan bahwa wisata kuliner otentik Malang tidak melulu soal restoran modern, tapi juga pasar tradisional yang sarat sejarah dan cita rasa legendaris. Karena lokasinya berdekatan dengan berbagai destinasi pusat kota lainnya, layanan sewa mobil Malang dari Kirana Tour & Travel siap mengantar Anda berkeliling kota sekaligus mampir menikmati kuliner khas Malang. Hubungi CS kami via WhatsApp di website ini untuk cek paket wisata kota Malang!








