Kirana Tour & Travel
Kembali ke Berita
Situs Watu Gong Malang: Peninggalan Purbakala Tersembunyi dari Kerajaan Kanjuruhan

Situs Watu Gong Malang: Peninggalan Purbakala Tersembunyi dari Kerajaan Kanjuruhan

Senin, 31 Agustus 2026
Oleh: Admin
Tak semua situs sejarah berada jauh dari keramaian kota. Situs Watu Gong justru membuktikan sebaliknya, berdiri di tengah kepadatan penduduk Malang, bahkan salah satu lokasinya berada tepat di area parkir sebuah restoran cepat saji. Bagi kamu pecinta wisata sejarah unik, situs purbakala ini layak masuk daftar kunjungan. Sejarah Situs Watu Gong Keberadaan Situs Watu Gong diperkirakan berasal dari abad ke-8 Masehi, pada masa pemerintahan Prabu Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Dinoyo. Nama "Watu Gong" muncul dari bentuk fisik batu yang bulat tebal dengan benjolan kecil di bagian atas, menyerupai gong, alat musik tradisional Jawa. Dalam kajian arkeologi, Watu Gong diartikan sebagai umpak atau pondasi bangunan besar, diduga sebagai asrama keagamaan tempat para brahmana bermeditasi, berlatih ilmu kanuragan, dan menuntut ilmu pada masa itu. Penemuan situs ini bermula ketika warga hendak memperluas lahan dan tanpa sengaja menemukan bongkahan batu besar. Setelah digali lebih dalam, terungkaplah dua belas batu berbentuk gong beserta beberapa arca, di antaranya Arca Ganesha dan Arca Resi. Dua Lokasi Situs Watu Gong Menariknya, Kota Malang memiliki dua lokasi yang sama-sama dikenal sebagai Situs Watu Gong: Situs Watu Gong Ketawanggede – berlokasi tepat di area parkir belakang restoran cepat saji di Jalan MT Haryono, dekat kampus Universitas Brawijaya, juga dikenal sebagai Situs Ketawanggede Situs Watu Gong Tlogomas – berlokasi di Jalan Kanjuruhan IV No. 10/30, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, berada di tengah permukiman warga Daya Tarik dan Nuansa Mistis Bentuk situs berupa pendopo dengan cungkup pelindung artefak di dalamnya, berukuran sekitar 5x5 meter Koleksi 12 batu berbentuk gong (dari sebelumnya 13, satu di antaranya dinyatakan hilang), beserta dua buah yoni tanpa lingga dan umpak batu Terdapat pula batu berbentuk menyerupai bak mandi, yang fungsinya masih diperdebatan warga, ada yang meyakini sebagai penutup kuburan, wadah air, atau umpak rumah Diselimuti mitos turun-temurun, warga dari luar desa mengaku pernah mendengar suara gamelan dari arah situs yang lenyap begitu didekati, terutama dipercaya muncul setiap malam Jumat Legi Lokasi dan Akses Situs Ketawanggede: berada di halaman parkir restoran cepat saji di Jl. MT Haryono, dekat Universitas Brawijaya, dengan pagar yang kuncinya dipegang pihak pengelola restoran Situs Tlogomas: Jl. Kanjuruhan IV, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Tips Berkunjung Karena lokasi situs berada di area privat (parkiran restoran) atau permukiman warga, sebaiknya minta izin terlebih dahulu kepada pihak terkait sebelum masuk untuk melihat lebih dekat. Datang dengan sikap menghormati nilai sejarah dan budaya lokal, mengingat situs ini juga dianggap sakral oleh sebagian warga sekitar. Karena lokasinya cukup dekat dengan kawasan kampus dan pusat kota, kamu bisa menggabungkan kunjungan ke Situs Watu Gong dengan destinasi sejarah lain di Malang. Manfaatkan sewa mobil harian Kirana Tour & Travel agar perjalanan wisata heritage kamu lebih praktis dan nyaman. Kesimpulan Situs Watu Gong membuktikan bahwa jejak Kerajaan Kanjuruhan masih tersimpan rapi di tengah hiruk pikuk kota modern Malang. Cocok dikunjungi bagi kamu yang tertarik dengan sejarah era megalitik dan misteri lokal yang menyertainya. Untuk itinerary wisata sejarah Malang yang lebih lengkap, cek juga paket wisata Kirana Tour & Travel.

Latest News

Lihat Semua